Awalnya cari buku novel dengan mengangkat tema kesehatan mental yang lagi hype banget karena awareness terkait kesehatan mental di angkat kembali melihat meningkatnya orang-orang yang menderita gangguan mental apalagi pasca pandemi.
Akhirnya nemu novel ini yang membahas tentang penyakit
kejiwaan tapi bukan terkait proses bagaimana penyakit kejiwaan ini terjadi yang
menjadi point unsur cerita di dalamnya, tokoh utama sudah lahir dengan penyakit tersebut jadi
bukan karena trauma atau sebagainya oleh karena itu, ini yang membuat aku tertarik dengan
novel ini.
Bagaimana penulis menyampaikan struggle-nya tokoh utama
dalam menjalani hari-hari terutama mencoba memahami apa itu emosi yang dia aja
ga tahu, dia tahu apa itu emosi, seperti marah atau sedih berdasarkan teori
yang di baca dari buku dan apa yang diajarkan ibunya karena dia menderita penyakit kejiwaan, yaitu Alexithymia. Tokoh
utama yang tidak tahu bagaimana mengutarakan emosinya dengan dalih iniloh yang
aku harus lakukan sebagai member of society tapi nyatanya tidak semua orang
bisa menerima itu karena emosi yang dia tampilkan tidak terasa atau datar
hingga tidak banyak yang percaya kalau dia sedang memberikan peringatan, seperti
memberitahu atau melaporkan bahwa ada sekelompok anak yang sedang melakukan tindakan
buruk hingga menyakiti anak lainnya
Jadi.. Apa itu Alexithymia?
Alexithymia atau ketidakmampuan mengungkapkan suatu emosi merupakan penyakit kejiwaan yang dilaporkan pertama kali pada jurnal Kesehatan tahun 1970-an. Alexithymia terjadi karena kurang berkembangnya rasa emosional selama masa kanak-kanak, pasca- gangguan stress traumatis, selain itu bisa juga terjadi karena penderita dilahirkan dengan amigdala yang berukuran kecil. Rasa takut adalah emosi yang paling tidak dapat diidentifikasi oleh bagian otak ini. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa amigdala yang mengolah emosi seperti rasa takut dan cemas dapat berkembang bila terus dilatih. Novel ini ditulis berdasarkan penelitian tersebut dan tambahan imajinasi dari penulis.
Ini juga yang menjadi favorit aku dimana membahas terkait amigdala dan fungsi amigdala terkait penyakit yang di derita tokoh utama. Makin penasaran ga tuh dengan cara kerja otak.
Novel ini menjadi salah satu novel favoritku tahun kemarin-kemarin
karena berkesan banget dan aku mau baca untuk yang kedua kalinya. Ga keberatan
untuk selalu aku rekomendasikan.
Rate: 4.8/5
.png)
Comments
Post a Comment