Novel tipis ini, walaupun singkat tapi penuh makna. The Little Prince menceritakan tentang pangeran muda yang mengunjungi berbagai planet, termasuk bumi dan setiap planet menggambarkan bermacam-macam emosi dan kepribadian yang bisa ada dalam diri seseorang. Aku suka banget sama novel ini, ending yang tidak terduga-duga bahkan dialog antara pangeran muda dengan mawarnya. Ada satu ungkapan dari "The Prince" yang aku suka, "The fact is that i did not know how to understand anything! I ought to have judged by deeds and not by words. She cast her fragrance and her radiance over me. I ought never to have run away from her ... I ought to have guessed all the affection that lay behind her poor little stratagems. Flowers ar e so inconsistent! But i was too young to know how to love her.." Aku sangat menyarankan untuk baca novel ini sihhh, bisa beli di sini
Buku novel Di Tanah Lada ini merupakan novel kedua dari penulis, yaitu Ziggy setelah baca Tiga dalam Kayu dan novel ini menceritakan tentang dua anak kecil yang diliputi skeptis dan pertanyaan-pertanyaan yang wajar sekali jika mereka mempertanyakan hal itu, tetapi mereka tidak hanya bertanya, kebanyakan mereka menyimpulkan berdasarkan apa yang mereka lihat dan rasakan. Mulai dari perspektif dimana mereka mendoktrin bahwa semua ayah itu jahat dan masih banyak lagi, walaupun ada beberapa point yang pengen banget dibahas lebih jauh lagi tapi aku puas dengan endingnya, bahkan terdapat lebih dari satu ending. Berikut sedikit penjelasan novelnya, "Salva, sering disapa Ava. Namun, Papanya ingin menamainya Saliva, yang berarti ludah, sebab menganggapmya tidak berguna. Dari kamus pemberian Kakek Kia, Ava mencari setiap maksa dari kata-kata yang ditemukan sehari-hari. Ketika keluarga Ava pindah ke Rusun nero setelah Kakek Kia meninggal, Ava berjumpa dengan P-anak lelaki yang pandai sekali b...