Berikut sedikit penjelasan novelnya,
"Salva, sering disapa Ava. Namun, Papanya ingin menamainya Saliva, yang berarti ludah, sebab menganggapmya tidak berguna. Dari kamus pemberian Kakek Kia, Ava mencari setiap maksa dari kata-kata yang ditemukan sehari-hari. Ketika keluarga Ava pindah ke Rusun nero setelah Kakek Kia meninggal, Ava berjumpa dengan P-anak lelaki yang pandai sekali bermain gitar. Perjumpaan Ava dengan P, dan petualangan keduanya akan membawa pembaca ke banyak pojok gelap dan muara yang mengejutkan."
Ada beberapa dialog kedua anak ini, yang mencerminkan kepolosan anak kecil dan perbedaan dunia mereka dengan dunia 'mungkin' orang dewasa. Entah kenapa baca buku ini juga sekaligus mengajarkan pembelajaran sebagai orang tua atau ilmu parenting dari sudut berbeda.
Kalau tertarik, bisa beli di sini
Comments
Post a Comment