Awalnya cari buku novel dengan mengangkat tema kesehatan mental yang lagi hype banget karena awareness terkait kesehatan mental di angkat kembali melihat meningkatnya orang-orang yang menderita gangguan mental apalagi pasca pandemi. Akhirnya nemu novel ini yang membahas tentang penyakit kejiwaan tapi bukan terkait proses bagaimana penyakit kejiwaan ini terjadi yang menjadi point unsur cerita di dalamnya, tokoh utama sudah lahir dengan penyakit tersebut jadi bukan karena trauma atau sebagainya oleh karena itu, ini yang membuat aku tertarik dengan novel ini. Bagaimana penulis menyampaikan struggle-nya tokoh utama dalam menjalani hari-hari terutama mencoba memahami apa itu emosi yang dia aja ga tahu, dia tahu apa itu emosi, seperti marah atau sedih berdasarkan teori yang di baca dari buku dan apa yang diajarkan ibunya karena dia menderita penyakit kejiwaan, yaitu Alexithymia. Tokoh utama yang tidak tahu bagaimana mengutarakan emosinya dengan dalih iniloh yang aku harus lakukan se...