Skip to main content

[review] Violent Ends by Shaun David Hutchinson, etc

 


Seperti biasa akhirnya BBW ada lagi, kebetulan datang nih ke BBW Tanggerang, jauh memang, tapi apa boleh buat, ga boleh ketinggalan kesempatan ini. Nyari-nyari buku, dengan banyak pertimbangan mau beli yang mana karena terbatasnya budget. Hmmm.. Akhirnya milih buku ini, berbagai review di internet tapi ga banyak menjelaskan sebenernya buku ini worth it to read atau engga sih, melihat covernya menggoda sekali untuk dibaca apalagi klaim-nya kalau buku ini dari 17 POV, nambah bikin penasaran bagaimana penyelesaian masalahnya dan kenapa Kirby menjadi pusat dari peristiwa tersebut.

Berdasarkan penulis utamanya, Shaun David Hutchinson menulis di websitenya kalau buku ini adalah kolaborasi dari berbagai penulis, menarik juga 17 penulis 17 POV jadilah buku Violent Ends.

“Hanya butuh dua puluh dua menit bagi Kirby Matheson untuk keluar dari mobilnya, berbaris ke halaman sekolah, memasuki gymnasium, dan melepaskan tembakan, menewaskan enam orang dan melukai lima lainnya.

Tapi ini bukan cerita tentang penembakan itu sendiri. Ini bukan tentang menceritakan satu hari yang tak terlupakan itu.

Ini tentang Kirby dan bagaimana seorang anak laki-laki --yang punya teman, senang membaca, bermain saxesophone, dan tidak pernah mendapat masalah sebelumnya-- menjadi monster yang mampu memasuki sekolahnya dengan senjata dan menembaki teman-teman sekelasnya.

Setiap bab, menceritakan dari sudut pandang yang berbeda, memberikan wawasan tentang siapa Kirby dan siapa dia. Ada yang manis, ada yang gelap; beberapa tampaknya tidak berhubungan, tentang perkelahian atau ciuman pertama atau pesta larut malam. Ini adalah buku perspektif --dengan satu karakter dan satu peristiwa yang menyatukan semuanya-- dari benak beberapa nama yang paling dikenal.”

Setelah baca ceritanya, bener-bener sesuai sinopsisnya banget, 17 POV tentang Kirby sampe saya bingung sendiri jadi.. Kenapa? Sampe pada akhir cerita pun terus menghantui pertanyaan “Kenapa?” Mungkin itu daya tarik dan charm dari buku ini, kita dibuat bertanya-tanya sampai akhir cerita.

 

Rate: 4/5

Comments

Popular posts from this blog

[review] Di Tanah Lada - Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Buku novel Di Tanah Lada ini merupakan novel kedua dari penulis, yaitu Ziggy setelah baca Tiga dalam Kayu dan novel ini menceritakan tentang dua anak kecil yang diliputi skeptis dan pertanyaan-pertanyaan yang wajar sekali jika mereka mempertanyakan hal itu, tetapi mereka tidak hanya bertanya, kebanyakan mereka menyimpulkan berdasarkan apa yang mereka lihat dan rasakan. Mulai dari perspektif dimana mereka mendoktrin bahwa semua ayah itu jahat dan masih banyak lagi, walaupun ada beberapa point yang pengen banget dibahas lebih jauh lagi tapi aku puas dengan endingnya, bahkan terdapat lebih dari satu ending. Berikut sedikit penjelasan novelnya, "Salva, sering disapa Ava. Namun, Papanya ingin menamainya Saliva, yang berarti ludah, sebab menganggapmya tidak berguna. Dari kamus pemberian Kakek Kia, Ava mencari setiap maksa dari kata-kata yang ditemukan sehari-hari. Ketika keluarga Ava pindah ke Rusun nero setelah Kakek Kia meninggal, Ava berjumpa dengan P-anak lelaki yang pandai sekali b...

[review] Bone by Mijin Jung

  Ini dia sinopsisnya, “Bawa 500 juta won, atau gadis ini mati.” Dua tahun sudah Hajin menghilang tanpa kabar, meninggalkan luka yang nyaris tak bisa disembuhkan dalam diri Junwon. Akan tetapi, saat Junwon mulai melupakan Hajin dan melanjutkan hidupnya, dia menerima sebuah paket dengan surat ancaman. Batas waktunya mendesak, Junwon harus menemukan Hajin. Jika tidak, sudah bisa dipastikan dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan gadis itu lagi. Junwon pun memulai pencariannya, tenggelam dalam kenangan-kenangan bersama Hajin… Sebuah fiksi fotografi. Foto oleh Sunhye Oh.   Aku tertarik dari buku ini karena mereka menyajikan jepretan-jepretan karya Sunhye Oh dan hasil jepretannya aku suka tipikal gloomy dan dark gimana gitu kesannya. Kemudian, judulnya. Setelah baca buku ini, kalian akan tahu kenapa buku ini bisa diberi judul “Bone” Overall, dari segi ceritanya termasuk biasa aja, alurnya maju mundur dan mungkin jadinya lebih ke misteri-romance. Barangkali genrenya (?) Bukan peny...

[review] MATINYA KEPAKARAN - TOM NICHOLS

Pertama-tama, kenapa aku bisa memilih buku ini untuk dibaca. Banyaknya list buku yang ingin aku beli kalah dengan ego, yang malah cari referensi lagi buku untuk dibeli dan ketemulah satu video youtube, yaitu official youtubenya Pak Anies yang mereview buku ini. Dalam video tersebut Pak Anies menjelaskan kaitannya "pakar" dan suatu negara. Penasaran dong. Yes, sebagai seseorang yang bekerja dengan topik terkait dalam suatu kepakaran tentu saja mendorong niatku untuk membeli buku ini. Sebelumnya mohon maaf list bukuku yang lain..  Berikut sinopsis dari buku tersebut,  Seberapa pentingkah vaksinasi? Benarkan Bumi itu datar? Apakah telur baik untuk dikonsumsi? Pada era informasi seperti sekarang, yang menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu bukan hanya pakar, melainkan juga para penganut teori konspirasi, orang awam sok tahu, hingga pesohor yyang menyesatkan. Kadang, dalam rimba infomasi masa kini, penjelasan pakar tidak didengar, sementara jawaban dari tokoh yang mempunyai ba...