Skip to main content

[review] Psychology of Money by Morgan Housel

 


jendela dirumah

Jadi kenapa nih bisa berjodoh dengan buku ini hingga pada akhirnya beli. Pada sekarang ini, mulai terasa butuh banyak sekali masukan bagaimana cara mengatur keuangan, mau cari buku terkait tentang mengelola uang tapi ingin merangkum banyak data dan penelitian, ga cuman sekedar pengalaman diri sendiri. Akhirnya muncul nih buku dan jadi best seller beberapa lama, awalnya ga tertarik karena masih tergoda buku fiksi tapi pada akhirnya beli juga, yahh begitulah akhirnya berjodoh setelah beberapa waktu menolak untuk beli buku ini.

Sebelumnya mari kita bahas dulu penulisnya, Morgan Housel.

Berdasarkan info yang di dapat dari artikel sebelah, Morgan Housel adalah partner di The Collaborative Fund dan mantan kolumnis di The Motley Fool dan The Wall Street Journal. Morgan pernah dua kali memenangi Penghargaan Bisnis Terbaik dari Society of American Business Editor and Writes, pemenang New York Times Sidney Award. Selain itu, dia juga dua kali menjadi finalis Penghargaan Gerald Loeb untuk Distinguished Business dan Jurnalisme Keuangan.

“Kesuksesan dalam mengelola uang tidak selalu tentang apa yang Anda ketahui. Ini tentang bagaimana Anda berperilaku. Dan berperilaku sultan untuk diajarkan, bahkan kepada orang yang sangat pintar sekalipun. Seorang genius yang kehilangan kendali atas emosinya bisa mengalami bencana keuangan. Sebaliknya, orang biasa tanpa Pendidikan finansial bisa kaya jika mereka punya sejumlah keahlian terkait perilaku yang tak berhubungan dengan ukuran kecerdasan formal.

Uang-investasi, keuangan pribadi, dan keputusan bisnis-biasanya diajarkan sebagai bidang berbaasis matematika, dengan data dan rumus memberi tahu kita apa yang harus dilakukan. Namun di dunia nyata, orang tidak membuat keputusan finansial di Spreadsheet. Mereka membuatnya di meja makan, atau di ruang rapat, di mana Sejarah pribadi, pandangan unik Anda tentang dunia, ego, kebanggaan, pemasaran, dan berbagai insentif bercampur.”

 

Dari beberapa buku tentang ‘uang’ atau arti kesuksesan yang pernah saya baca serta beberapa podcast yang pernah saya dengar. Ada sesuatu yang membuat buku ini sangat menarik dan worth to read. Kenapa? Morgan bicara terkait pertumbuhan uang itu dinamis sehingga strategi untuk menjaga keuangan agar stabil atau meningkatkan pendapatan untuk menjadi kaya tidak bisa selalu digunakan. Kehidupan mereka dan kita, mereka lahir di era atau pada tahun kapan, itu juga mempengaruhi pergerakan uang dan pengaruh uang terhadap kehidupan kita. Jadi ada benernya juga kata Morgan, strategi akan selalu berubah makanya kita harus pintar mengamati dan mengobservasi keadaan sekitar bagaimana uang berputar dan bergerak pada saat ini maka akan terbentuk strategi yang sesuai tapi tidak ada salahnya juga untuk selalu belajar, mencari informasi dan belajar dari pengalaman orang lain karena itu juga bisa menjadi fondasi menuju strategi yang tepat.

 

Rate: 4.5/5

Comments

Popular posts from this blog

[review] Di Tanah Lada - Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Buku novel Di Tanah Lada ini merupakan novel kedua dari penulis, yaitu Ziggy setelah baca Tiga dalam Kayu dan novel ini menceritakan tentang dua anak kecil yang diliputi skeptis dan pertanyaan-pertanyaan yang wajar sekali jika mereka mempertanyakan hal itu, tetapi mereka tidak hanya bertanya, kebanyakan mereka menyimpulkan berdasarkan apa yang mereka lihat dan rasakan. Mulai dari perspektif dimana mereka mendoktrin bahwa semua ayah itu jahat dan masih banyak lagi, walaupun ada beberapa point yang pengen banget dibahas lebih jauh lagi tapi aku puas dengan endingnya, bahkan terdapat lebih dari satu ending. Berikut sedikit penjelasan novelnya, "Salva, sering disapa Ava. Namun, Papanya ingin menamainya Saliva, yang berarti ludah, sebab menganggapmya tidak berguna. Dari kamus pemberian Kakek Kia, Ava mencari setiap maksa dari kata-kata yang ditemukan sehari-hari. Ketika keluarga Ava pindah ke Rusun nero setelah Kakek Kia meninggal, Ava berjumpa dengan P-anak lelaki yang pandai sekali b...

[review] Bone by Mijin Jung

  Ini dia sinopsisnya, “Bawa 500 juta won, atau gadis ini mati.” Dua tahun sudah Hajin menghilang tanpa kabar, meninggalkan luka yang nyaris tak bisa disembuhkan dalam diri Junwon. Akan tetapi, saat Junwon mulai melupakan Hajin dan melanjutkan hidupnya, dia menerima sebuah paket dengan surat ancaman. Batas waktunya mendesak, Junwon harus menemukan Hajin. Jika tidak, sudah bisa dipastikan dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan gadis itu lagi. Junwon pun memulai pencariannya, tenggelam dalam kenangan-kenangan bersama Hajin… Sebuah fiksi fotografi. Foto oleh Sunhye Oh.   Aku tertarik dari buku ini karena mereka menyajikan jepretan-jepretan karya Sunhye Oh dan hasil jepretannya aku suka tipikal gloomy dan dark gimana gitu kesannya. Kemudian, judulnya. Setelah baca buku ini, kalian akan tahu kenapa buku ini bisa diberi judul “Bone” Overall, dari segi ceritanya termasuk biasa aja, alurnya maju mundur dan mungkin jadinya lebih ke misteri-romance. Barangkali genrenya (?) Bukan peny...

[review] MATINYA KEPAKARAN - TOM NICHOLS

Pertama-tama, kenapa aku bisa memilih buku ini untuk dibaca. Banyaknya list buku yang ingin aku beli kalah dengan ego, yang malah cari referensi lagi buku untuk dibeli dan ketemulah satu video youtube, yaitu official youtubenya Pak Anies yang mereview buku ini. Dalam video tersebut Pak Anies menjelaskan kaitannya "pakar" dan suatu negara. Penasaran dong. Yes, sebagai seseorang yang bekerja dengan topik terkait dalam suatu kepakaran tentu saja mendorong niatku untuk membeli buku ini. Sebelumnya mohon maaf list bukuku yang lain..  Berikut sinopsis dari buku tersebut,  Seberapa pentingkah vaksinasi? Benarkan Bumi itu datar? Apakah telur baik untuk dikonsumsi? Pada era informasi seperti sekarang, yang menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu bukan hanya pakar, melainkan juga para penganut teori konspirasi, orang awam sok tahu, hingga pesohor yyang menyesatkan. Kadang, dalam rimba infomasi masa kini, penjelasan pakar tidak didengar, sementara jawaban dari tokoh yang mempunyai ba...