Skip to main content

[review] Six of Crows dan Crooked Kingdom by Leigh Bardugo

 


S I X  O F  C R O W S

Sinopsisnya,

Di Ketterdam, kota Pelabuhan sekaligus pusat perdagangan antar negara yang riuh, segalanya bisa didapat asalkan kita tahu berapa harga yang tepat. Tak ada yang mengamini pedoman tersebut melebihi Kaz Brekkes, seorang bajingan ulung berjuluk Tangan Kotor. Kali ini, kaz mendapatkan tawaran pekerjaan gelap yang bisa berujung maut. Namun, upah selangit yang dijanjikan membuat Kaz bersedia menjalankannya asalkan dia berhasil merekrut kru yang sesinting dirinya…

Dan Kaz tahu benar siapa saja yang bisa dia andalkan.

Matthias, sang tawanan yang haus akan pembalasan dendam.

Jesper, sang penembak jitu yang kecanduan taruhan.

Wylan, sang jurangan kecil yang kabur dari rumah.

Inej, sang mata-mata yang lihai mengendap-endap.

Nina, sang penyihir yang menjual keahliannya demi bertahan hidup.

Serta Kaz sendiri, sang pencuri yang selalu lolos dari jebakan apa pun.

Enam orang buangan yang berbahaya. Satu tugas rahasia yang mustahil. Namun, jika bekerja sama, mungkin saja mereka berhasil-asalkan berjalan sesuai rencana…

Dan mereka tidak saling bunuh sebelum misi terlaksana.

 

Setelah baca buku yang pertamanya ini, serasa kurang menantang dan agak membosankan gitu sempet ragu untuk nerusin ga ya ke buku keduanya soalnya buku keduanya cukup tebel takutnya kecewa tapi udah beli buku setebel itu. Mungkin di buku pertama ini masih awal misi mereka yang dimana belum kelihatan musuh sesungguhnya jadi ya begitu deh, cuman gitu-gitu aja menurut aku. Buku pertamanya ini juga gantung banget akhirnya. Tapi… Di beberapa forum menyarankan untuk bersabar dan terus lanjut untuk baca buku keduanya katanya.. Seru banget buku keduanya,.. Hmmm, oke Ketika dana terkumpul aku akan beli buku kedua.

 

C R O O K E D  K I N G D O M

Nih sinopsisnya,

Kaz Brekker si Tangan Kotor dan krunya, enam preman jalanan Barrel, kembali ke Ketterdam. Pekerjaan belum rampung dan mereka malah kini menjadi buronan. Kekurangan modal dan kehilangan sekutu yang bisa diandalkan, mereka hampir putus asa. Situasi semakin pelik Ketika utusan berbagai negara dari seluruh penjuru dunia menjejakkan kaki di kota demi mencari tahu soal ramuan rahasia yang konin sangat berharga. Seakan masalah tersebut belum cukup pelik..

Inej sang Siluman terpisah dari gengnya.

Jesper kedatangan tamu yang tak disangka-sangka.

Wylan menguak rahasia masa lalu yang tersembunyi di desa.

Nina kehilangan kesaktiannya sebagai Grisha.

Matthias mengalami pergulatan batin setelah kehilangan apa yang diimaninya.

Kaz sendiri masih hasus berjuang melawan trauma masa kecilnya.

Musuh-musuh lama kembali dan seteru-seteru baru muncul untuk adu siasat dengan si Tangan Kotro sekaligus menguji kesetiaan rekan-rekannya. Perang bakal terjadi di gang-gang sempit dan kanal-kanal berliku. Pada akhirnya, dapatkah Kaz memenangkan pertarungan dan menjadi raja di kotanya sendiri?

 

Lumayan juga nih jarak baca buku pertama ke buku kedua selain ada distraksi, budget juga termasuk permasalahan haha.

Dan ternyata betul buku keduanya seru, dududu bagi aku ini keren. Character developmentnya pun oke juga, cerita dan endingya pun. Hmm.. Aku suka.

Kaz yang sekali ngomongnya kadang keluar kalimat sadis atau kerjaannya ngomel kalau rencananya kurang mulus tapi munculah satu scene dimana tiba-tiba dia jadi filsuf hoho,

[SPOILER ALERT]

“Kau lemah bukan karena kau tidak bisa membaca. Kau lemah karena kau takut orang-orang melihat kelemahanmu. Kau membiarkan rasa malu mendefinisikan dirimu,..”

“Rasa malulah yang mengisi pundi-pundiku, rasa malulah yang menjadikan Barrel senantiasa penuh sesak dengan orang-orang yang mengenakan topeng supaya mereka bisa bertindak sesuka hati tanpa ketahuan siapa-siapa. Manusia sanggup menanggung segala macam kepedihan. Rasa malulah yang menggerogoti orang hidup-hidup.”

 

Sampai-sampai disebut bajingan filsuf, jarang banget dia ngomong kek begitu juga. Kaz karakter favorit sih, no doubt.

Penulis buat cerita yang dimana memang tidak terfokus terhadap kekuatan-kekuatan yang dimiliki beberapa karakter, kesannya selain dari penyelesaian masalah yang ada, pengembangan antar tokohnya tuh bagus. Bikin greget dan penasaran sama semua tokohnya.

Jadi penasaran seri lainnya dari penulis, serinya Shadow of Bones bahkan udah di adaptasi jadi serial Netflix dan disitu ada Kaz and The Geng, The Crows. Hmm..

Yang tadinya ragu untuk lanjut ke buku kedua atau engga, sekarang buku ini jadi salah satu series favorit. 

Comments

Popular posts from this blog

[review] Di Tanah Lada - Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Buku novel Di Tanah Lada ini merupakan novel kedua dari penulis, yaitu Ziggy setelah baca Tiga dalam Kayu dan novel ini menceritakan tentang dua anak kecil yang diliputi skeptis dan pertanyaan-pertanyaan yang wajar sekali jika mereka mempertanyakan hal itu, tetapi mereka tidak hanya bertanya, kebanyakan mereka menyimpulkan berdasarkan apa yang mereka lihat dan rasakan. Mulai dari perspektif dimana mereka mendoktrin bahwa semua ayah itu jahat dan masih banyak lagi, walaupun ada beberapa point yang pengen banget dibahas lebih jauh lagi tapi aku puas dengan endingnya, bahkan terdapat lebih dari satu ending. Berikut sedikit penjelasan novelnya, "Salva, sering disapa Ava. Namun, Papanya ingin menamainya Saliva, yang berarti ludah, sebab menganggapmya tidak berguna. Dari kamus pemberian Kakek Kia, Ava mencari setiap maksa dari kata-kata yang ditemukan sehari-hari. Ketika keluarga Ava pindah ke Rusun nero setelah Kakek Kia meninggal, Ava berjumpa dengan P-anak lelaki yang pandai sekali b...

[review] Bone by Mijin Jung

  Ini dia sinopsisnya, “Bawa 500 juta won, atau gadis ini mati.” Dua tahun sudah Hajin menghilang tanpa kabar, meninggalkan luka yang nyaris tak bisa disembuhkan dalam diri Junwon. Akan tetapi, saat Junwon mulai melupakan Hajin dan melanjutkan hidupnya, dia menerima sebuah paket dengan surat ancaman. Batas waktunya mendesak, Junwon harus menemukan Hajin. Jika tidak, sudah bisa dipastikan dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan gadis itu lagi. Junwon pun memulai pencariannya, tenggelam dalam kenangan-kenangan bersama Hajin… Sebuah fiksi fotografi. Foto oleh Sunhye Oh.   Aku tertarik dari buku ini karena mereka menyajikan jepretan-jepretan karya Sunhye Oh dan hasil jepretannya aku suka tipikal gloomy dan dark gimana gitu kesannya. Kemudian, judulnya. Setelah baca buku ini, kalian akan tahu kenapa buku ini bisa diberi judul “Bone” Overall, dari segi ceritanya termasuk biasa aja, alurnya maju mundur dan mungkin jadinya lebih ke misteri-romance. Barangkali genrenya (?) Bukan peny...

[review] MATINYA KEPAKARAN - TOM NICHOLS

Pertama-tama, kenapa aku bisa memilih buku ini untuk dibaca. Banyaknya list buku yang ingin aku beli kalah dengan ego, yang malah cari referensi lagi buku untuk dibeli dan ketemulah satu video youtube, yaitu official youtubenya Pak Anies yang mereview buku ini. Dalam video tersebut Pak Anies menjelaskan kaitannya "pakar" dan suatu negara. Penasaran dong. Yes, sebagai seseorang yang bekerja dengan topik terkait dalam suatu kepakaran tentu saja mendorong niatku untuk membeli buku ini. Sebelumnya mohon maaf list bukuku yang lain..  Berikut sinopsis dari buku tersebut,  Seberapa pentingkah vaksinasi? Benarkan Bumi itu datar? Apakah telur baik untuk dikonsumsi? Pada era informasi seperti sekarang, yang menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu bukan hanya pakar, melainkan juga para penganut teori konspirasi, orang awam sok tahu, hingga pesohor yyang menyesatkan. Kadang, dalam rimba infomasi masa kini, penjelasan pakar tidak didengar, sementara jawaban dari tokoh yang mempunyai ba...