Skip to main content

[review] The Hunger Games karya Suzanne Collins

 


Novel yang sudah diangkat menjadi film ini merupakan salah satu film popular pada zamannya dan bagi pecinta novel dan film masa sih ga ada yang tau seri ini.

Terus kenapa aku milih buku ini? Karena aku baru baca bukunya sekarang setelah nonton filmnya beberapa tahun yang lalu. Walaupun telat, seri filmnya merupakan salah satu film favorit aku nih, jadi akhirnya kesampaian untuk baca novelnya.

Opini aku setelah baca novel terutama buku pertamanya sih Katniss masih jadi salah satu protagonist favorit. Buku yang isinya full dari POV Katniss ini menggambarkan karakter dari si Katniss ini. Bisa dibilang, I feel you sis.. Serasa dipertemukan dengan Kakak perempuan yang sefrekuensi.


Bisa diliat sinopsisnya:

Amerika Utara musnah sudah. Kini di bekasnya berdiri negara Panem, dengan Capito; sebagai pusat kota yang dikelilingi dua belas distrik. Katniss, gadis 16 tahun, tinggal bersama adik perempuan dan ibunya di wilayah termiskin di Distrik 12.

Karena pemberontakan di masa lalu terhadap Capitol, setiap tahun masing masing distrik harus mengirim seorang anak perempuan dan anak lelaki untuk bertarung dan ditayangkan secara langsung di acara televise The Hunger Games. Hanya ada satu pemenang setiap tahun. Tujuannya adalah: membunuh atau dibunuh.

Ketika adik perempuannya terpilih mengikuti The Hunger Games, Kantniss mengajukan diri untuk menggantikannya. Dan dimulailah pertarungan yang takkan pernah dilupakan Capitol.

 

Pasti sudah pada tahu, kalau buku ini tuh terdiri dari 3 seri. Untuk yang seri pertama ini masih sesi perkenalan tapi penyampaian pikiran si protagonist nya ini cukup tersampaikan, bagaimana dia kebingungan bisa sampe juga ke pembaca yang kalau kalian satu frekuensi dengan watak atau karakter dari protagonist seri ini pasti ikut bingung juga.

Buku ini memang sangat gantung akhirnya, maklum akan dilanjut di buku kedua.

Dan sebetulnya karakter yang bernama Peeta juga buat aku penasaran sih, aku penasaran POV Peeta. Karena aku punya banyak pertanyaan untuk karakter yang satu ini. Sebenernya aku juga udh nonton filmnya tapi memang lebih mendetail POV karakternya yang meliputi perasaan protagonist ya di novel. Jadi penasaran dengan POV Peeta karena memang dibuku pertama ini masih terlihat antara real atau fake.  



Comments

Popular posts from this blog

[review] Di Tanah Lada - Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Buku novel Di Tanah Lada ini merupakan novel kedua dari penulis, yaitu Ziggy setelah baca Tiga dalam Kayu dan novel ini menceritakan tentang dua anak kecil yang diliputi skeptis dan pertanyaan-pertanyaan yang wajar sekali jika mereka mempertanyakan hal itu, tetapi mereka tidak hanya bertanya, kebanyakan mereka menyimpulkan berdasarkan apa yang mereka lihat dan rasakan. Mulai dari perspektif dimana mereka mendoktrin bahwa semua ayah itu jahat dan masih banyak lagi, walaupun ada beberapa point yang pengen banget dibahas lebih jauh lagi tapi aku puas dengan endingnya, bahkan terdapat lebih dari satu ending. Berikut sedikit penjelasan novelnya, "Salva, sering disapa Ava. Namun, Papanya ingin menamainya Saliva, yang berarti ludah, sebab menganggapmya tidak berguna. Dari kamus pemberian Kakek Kia, Ava mencari setiap maksa dari kata-kata yang ditemukan sehari-hari. Ketika keluarga Ava pindah ke Rusun nero setelah Kakek Kia meninggal, Ava berjumpa dengan P-anak lelaki yang pandai sekali b...

[review] Bone by Mijin Jung

  Ini dia sinopsisnya, “Bawa 500 juta won, atau gadis ini mati.” Dua tahun sudah Hajin menghilang tanpa kabar, meninggalkan luka yang nyaris tak bisa disembuhkan dalam diri Junwon. Akan tetapi, saat Junwon mulai melupakan Hajin dan melanjutkan hidupnya, dia menerima sebuah paket dengan surat ancaman. Batas waktunya mendesak, Junwon harus menemukan Hajin. Jika tidak, sudah bisa dipastikan dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan gadis itu lagi. Junwon pun memulai pencariannya, tenggelam dalam kenangan-kenangan bersama Hajin… Sebuah fiksi fotografi. Foto oleh Sunhye Oh.   Aku tertarik dari buku ini karena mereka menyajikan jepretan-jepretan karya Sunhye Oh dan hasil jepretannya aku suka tipikal gloomy dan dark gimana gitu kesannya. Kemudian, judulnya. Setelah baca buku ini, kalian akan tahu kenapa buku ini bisa diberi judul “Bone” Overall, dari segi ceritanya termasuk biasa aja, alurnya maju mundur dan mungkin jadinya lebih ke misteri-romance. Barangkali genrenya (?) Bukan peny...

[review] MATINYA KEPAKARAN - TOM NICHOLS

Pertama-tama, kenapa aku bisa memilih buku ini untuk dibaca. Banyaknya list buku yang ingin aku beli kalah dengan ego, yang malah cari referensi lagi buku untuk dibeli dan ketemulah satu video youtube, yaitu official youtubenya Pak Anies yang mereview buku ini. Dalam video tersebut Pak Anies menjelaskan kaitannya "pakar" dan suatu negara. Penasaran dong. Yes, sebagai seseorang yang bekerja dengan topik terkait dalam suatu kepakaran tentu saja mendorong niatku untuk membeli buku ini. Sebelumnya mohon maaf list bukuku yang lain..  Berikut sinopsis dari buku tersebut,  Seberapa pentingkah vaksinasi? Benarkan Bumi itu datar? Apakah telur baik untuk dikonsumsi? Pada era informasi seperti sekarang, yang menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu bukan hanya pakar, melainkan juga para penganut teori konspirasi, orang awam sok tahu, hingga pesohor yyang menyesatkan. Kadang, dalam rimba infomasi masa kini, penjelasan pakar tidak didengar, sementara jawaban dari tokoh yang mempunyai ba...