Skip to main content

Apa sih yang menjadi daya tarik suatu novel?

Tulisan ini merupakan pendapat pribadi, bisa jadi tiap orang berbeda dan bukan merupakan suatu sumber ilmiah.

Oke, tentunya tiap orang punya genre novel favorit atau bahkan ada yang suka dengan semua genre. Sedangkan aku merupakan salah satu orang yang punya genre favorit atau bahkan lebih suka membaca salah satu genre, tetapi bukan berarti ga baca genre lain, hanya saja ada rasa kangen kalau misalkan ga baca novel dengan genre tersebut. Sip, jadi apa genre novel favoritku? Tentu saja dark fantasy, sci fi, dan mulai tertarik dengan genre mystery serta thriller.

Lanjut..

  1. Plot Story
    Tentu saja namanya novel plot ceritanya harus menarik, mulai dari konsep ceritanya atau bahkan cara penyampaian penulis kepada pembaca. Bisa jadi novel tersebut disampaikan dari sudut pandang orang pertama atau sudut pandang orang ketiga dsbnya. Ada novel yang hobi meletakkan plot twist dan ada juga novel yang meletakkan plot twist diakhir aja. Ada juga novel yang ngebosenin dari awal tapi beberapa halaman terakhir mulai seru. Jujur aku kurang suka yang kaya gitu, inginnya sih dari awal seru. Kalau kalian suka membaca novel terjemahan tentu cara penyampaian hasil terjemahan terkadang ada yang sulit dimengerti pemilihan katanya. Akan tetapi, jangan khawatir karena sekarang novel terjemahan bagi aku sudah cukup baik hasil terjemahannya sehingga mudah dimengerti. Jadi ga usah khawatir untuk beli novel terjemahan karena aku merupakan salah satu orang yang sering banget beli novel terjemahan berhubung list novel yang aku mau kebanyakan penulis luar dan harga novel original tanpa terjemahan agak sedikit pricey hehe.

  2. Karakter
    Ini merupakan HAL PENTING kadang aku merasa kalau plot ceritanya bagus tapi karakternya kurang ngena, rasanya novel tersebut jadi berat sebelah dan kadang males untuk lanjutin karena karakternya tidak memberikan kesan yang kuat kepada pembaca. Salah satu novelnya yang aku kecewa banget adalah Carve The Mark, sebenarnya kalau dari segi storynya tuh bagus berhubung novel tersebut bergenre sci fi tapi ga tau kenapa karakternya kurang ngena dan bahkan konflik yang terjadi antar tokoh protagonist dan antagonisnya tidak terasa. Bahkan aku bingung karakter antagonisnya tidak terasa seperti penjahat utama disana dan bahkan tokoh protagonist yang menjadi main character nya kurang ngena aja begitu. Alhasil novel tersebut ga berhasil aku tamatin gara gara saking bosennya. Jadi begitu guys betapa pentingnya karakter dalam novel bagi aku. Itu penentu banget atau seperti zat pembangun dalam novel yang dapat menghidupkan plot storynya.

  3. Villain/Antagonist

    Lho? Apa bedanya dengan no 2 tadi? Okeoke sebenernya nyambung tapi aku lebih ingin menceritakan mengenai salah satu karakter penting dalam suatu novel. Aku penyuka karakter antagonist atau villain atauu anti hero. Yes. Aku suka novel yang mempunyai tokoh villain keren karena hal pertama yang aku cari ketika mulai baca novel adalah siapa villainnya. Kalau ternyata villainnya tidak sesuai yang aku suka. Kecewa. Bagi aku karakter villain ini juga menjadi penentu jalannya suatu cerita dan pembentuk karakter lain seperti protagonistnya karena semakin keren villainnya seharusnya sih protagonistnya pun keren. Seimbang gitu. Cuman, no no. Aku melirik dulu villain nya. Kadang aku merasa villain tuh lebih realistis gitu dibanding main characternya. Ya ga? Ga semuanya juga sih. Akan tetapi, serius deh setiap novel yang aku baca, aku selalu penasaran dengan siapa villainnya. Keren ga, bagus ga, dsbnya.

Baiklah, mungkin cuman 3 yang dapat aku sampaikan terkait hal tersebut. Aku bukan pakar atau specialist dalam bidang ini. Ini hanya pendapat pribadi.


 “A villain is someone’s hero, and a hero is someone’s villain”

“A hero will choose the world over you, a villain would kill the world for you"


Trims.


*kutipan diambil dari komentar orang pada suatu platform


Comments

Popular posts from this blog

[review] Di Tanah Lada - Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Buku novel Di Tanah Lada ini merupakan novel kedua dari penulis, yaitu Ziggy setelah baca Tiga dalam Kayu dan novel ini menceritakan tentang dua anak kecil yang diliputi skeptis dan pertanyaan-pertanyaan yang wajar sekali jika mereka mempertanyakan hal itu, tetapi mereka tidak hanya bertanya, kebanyakan mereka menyimpulkan berdasarkan apa yang mereka lihat dan rasakan. Mulai dari perspektif dimana mereka mendoktrin bahwa semua ayah itu jahat dan masih banyak lagi, walaupun ada beberapa point yang pengen banget dibahas lebih jauh lagi tapi aku puas dengan endingnya, bahkan terdapat lebih dari satu ending. Berikut sedikit penjelasan novelnya, "Salva, sering disapa Ava. Namun, Papanya ingin menamainya Saliva, yang berarti ludah, sebab menganggapmya tidak berguna. Dari kamus pemberian Kakek Kia, Ava mencari setiap maksa dari kata-kata yang ditemukan sehari-hari. Ketika keluarga Ava pindah ke Rusun nero setelah Kakek Kia meninggal, Ava berjumpa dengan P-anak lelaki yang pandai sekali b...

[review] Bone by Mijin Jung

  Ini dia sinopsisnya, “Bawa 500 juta won, atau gadis ini mati.” Dua tahun sudah Hajin menghilang tanpa kabar, meninggalkan luka yang nyaris tak bisa disembuhkan dalam diri Junwon. Akan tetapi, saat Junwon mulai melupakan Hajin dan melanjutkan hidupnya, dia menerima sebuah paket dengan surat ancaman. Batas waktunya mendesak, Junwon harus menemukan Hajin. Jika tidak, sudah bisa dipastikan dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan gadis itu lagi. Junwon pun memulai pencariannya, tenggelam dalam kenangan-kenangan bersama Hajin… Sebuah fiksi fotografi. Foto oleh Sunhye Oh.   Aku tertarik dari buku ini karena mereka menyajikan jepretan-jepretan karya Sunhye Oh dan hasil jepretannya aku suka tipikal gloomy dan dark gimana gitu kesannya. Kemudian, judulnya. Setelah baca buku ini, kalian akan tahu kenapa buku ini bisa diberi judul “Bone” Overall, dari segi ceritanya termasuk biasa aja, alurnya maju mundur dan mungkin jadinya lebih ke misteri-romance. Barangkali genrenya (?) Bukan peny...

[review] MATINYA KEPAKARAN - TOM NICHOLS

Pertama-tama, kenapa aku bisa memilih buku ini untuk dibaca. Banyaknya list buku yang ingin aku beli kalah dengan ego, yang malah cari referensi lagi buku untuk dibeli dan ketemulah satu video youtube, yaitu official youtubenya Pak Anies yang mereview buku ini. Dalam video tersebut Pak Anies menjelaskan kaitannya "pakar" dan suatu negara. Penasaran dong. Yes, sebagai seseorang yang bekerja dengan topik terkait dalam suatu kepakaran tentu saja mendorong niatku untuk membeli buku ini. Sebelumnya mohon maaf list bukuku yang lain..  Berikut sinopsis dari buku tersebut,  Seberapa pentingkah vaksinasi? Benarkan Bumi itu datar? Apakah telur baik untuk dikonsumsi? Pada era informasi seperti sekarang, yang menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu bukan hanya pakar, melainkan juga para penganut teori konspirasi, orang awam sok tahu, hingga pesohor yyang menyesatkan. Kadang, dalam rimba infomasi masa kini, penjelasan pakar tidak didengar, sementara jawaban dari tokoh yang mempunyai ba...