Skip to main content

[review] Legendary karya Stephanie Garber

 


Judul : Legendary

Author : Stephanie Garber

Halaman : 474 halaman

 

“Hati untuk dilindungi. Utang untuk dibayar. Permainan untuk dimenangkan.”

 Demi menemukan sang ibu, Tella membuat perjanjian berbahaya dengan seorang criminal misterius dan, sebagai gantinya, harus menyerahkan nama asli Legend, sang Master Caraval.

Tella pun berusaha keras memenangi Caraval kali ini -yang menjanjikan pertemuan dengan Legend sebagai hadiah- meski itu berarti dia harus kembali menghadapi kelemahannya yang paling memalukan: rayuan Dante, lelaki yang pasti akan menghalanginya mencapai tujuan.

Banyak yang harus Tella pertaruhkan. Kepercayaan kakaknya, cinta yang untuk pertama kali singgah di hatinya, bahkan nyawanya, jika dia memang harus berkorban.

Tella nyaris melupakan peringatan yang diketahuinya sejak awal: Meski terasa seperti fantasi, lima malam Caraval sangatlah nyata.

Ya, Caraval kali ini, bukan lagi sekedar permainan.

 

Buku kedua dari series Caraval ini mengambil POV orang ketiga dan berfokus kepada Donatella atau yang sering dipanggil Tella, sedangkan pada buku pertama lebih berfokus kepada Scarlett, kakaknya. Buku ini tidak kalah seru dengan seri pertamanya dan penulis dapat membuat dunia di dalam Caraval yang dipenuhi sihir dan kepercayaan bahkan dusta lebih menarik lagi. Pembaca dapat dibuat bingung terhadap karakter “Antagonis” disini bahkan mungkin tidak ada karakter yang benar benar “Antagonis” dan Legend sendiri tetap menjadi misteri apa yang sebenarnya dia inginkan. Tidak lupa penulis memberi bumbu berupa plot twist diakhir cerita yang membuat kalian para pembaca penasaran untuk membaca buku ketiganya.

Jadi, overall buku ini seru. Bisa jadi seri favoritku setelah Red Queen series nih. Kita lihat bagaimana penulis membawa para pembacanya di buku ketiga.


Comments

Popular posts from this blog

[review] Di Tanah Lada - Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Buku novel Di Tanah Lada ini merupakan novel kedua dari penulis, yaitu Ziggy setelah baca Tiga dalam Kayu dan novel ini menceritakan tentang dua anak kecil yang diliputi skeptis dan pertanyaan-pertanyaan yang wajar sekali jika mereka mempertanyakan hal itu, tetapi mereka tidak hanya bertanya, kebanyakan mereka menyimpulkan berdasarkan apa yang mereka lihat dan rasakan. Mulai dari perspektif dimana mereka mendoktrin bahwa semua ayah itu jahat dan masih banyak lagi, walaupun ada beberapa point yang pengen banget dibahas lebih jauh lagi tapi aku puas dengan endingnya, bahkan terdapat lebih dari satu ending. Berikut sedikit penjelasan novelnya, "Salva, sering disapa Ava. Namun, Papanya ingin menamainya Saliva, yang berarti ludah, sebab menganggapmya tidak berguna. Dari kamus pemberian Kakek Kia, Ava mencari setiap maksa dari kata-kata yang ditemukan sehari-hari. Ketika keluarga Ava pindah ke Rusun nero setelah Kakek Kia meninggal, Ava berjumpa dengan P-anak lelaki yang pandai sekali b...

[review] Bone by Mijin Jung

  Ini dia sinopsisnya, “Bawa 500 juta won, atau gadis ini mati.” Dua tahun sudah Hajin menghilang tanpa kabar, meninggalkan luka yang nyaris tak bisa disembuhkan dalam diri Junwon. Akan tetapi, saat Junwon mulai melupakan Hajin dan melanjutkan hidupnya, dia menerima sebuah paket dengan surat ancaman. Batas waktunya mendesak, Junwon harus menemukan Hajin. Jika tidak, sudah bisa dipastikan dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan gadis itu lagi. Junwon pun memulai pencariannya, tenggelam dalam kenangan-kenangan bersama Hajin… Sebuah fiksi fotografi. Foto oleh Sunhye Oh.   Aku tertarik dari buku ini karena mereka menyajikan jepretan-jepretan karya Sunhye Oh dan hasil jepretannya aku suka tipikal gloomy dan dark gimana gitu kesannya. Kemudian, judulnya. Setelah baca buku ini, kalian akan tahu kenapa buku ini bisa diberi judul “Bone” Overall, dari segi ceritanya termasuk biasa aja, alurnya maju mundur dan mungkin jadinya lebih ke misteri-romance. Barangkali genrenya (?) Bukan peny...

[review] MATINYA KEPAKARAN - TOM NICHOLS

Pertama-tama, kenapa aku bisa memilih buku ini untuk dibaca. Banyaknya list buku yang ingin aku beli kalah dengan ego, yang malah cari referensi lagi buku untuk dibeli dan ketemulah satu video youtube, yaitu official youtubenya Pak Anies yang mereview buku ini. Dalam video tersebut Pak Anies menjelaskan kaitannya "pakar" dan suatu negara. Penasaran dong. Yes, sebagai seseorang yang bekerja dengan topik terkait dalam suatu kepakaran tentu saja mendorong niatku untuk membeli buku ini. Sebelumnya mohon maaf list bukuku yang lain..  Berikut sinopsis dari buku tersebut,  Seberapa pentingkah vaksinasi? Benarkan Bumi itu datar? Apakah telur baik untuk dikonsumsi? Pada era informasi seperti sekarang, yang menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu bukan hanya pakar, melainkan juga para penganut teori konspirasi, orang awam sok tahu, hingga pesohor yyang menyesatkan. Kadang, dalam rimba infomasi masa kini, penjelasan pakar tidak didengar, sementara jawaban dari tokoh yang mempunyai ba...