Skip to main content

[REVIEW] Novel "The Day You Died" Karya Jack Lance

Sumber gambar: brianbuku.blogspot.com


Judul: The Day You Died
Penulis: Jack Lance
Genre: Mystery
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Tahun Terbit: 2015 (Edisi Terjemahan)
Tebal: 462 halaman
ISBN: 978-602-249-765-3
Series/Bukan: Bukan
Sinopsis:

Hidup Jason Evans tak ubahnya berlayar di laut teduh. Tak ada kata yang mampu menggambarkan kehidupannya selain sempurna! ia hidup bahagia bersama istri yang sangat mencintainya, memiliki karier yang gemilang, dan di kelilingi banyak sahabat baik. Kebahagiaannya tak terusik, hingga seorang tak di kenal mengiriminya sebuah foto aneh-foto batu nisan- dengan pesan mengejutkan dibaliknya : kau sudah mati.
Jason yakin foto itu hanya ulah jail seseorang, tetapi kemudian ia menerima foto kedua. Kali ini dengan pesan yang lebih membingungkan : Kau mungkin merasa hidup, tapi sesungguhnya kau tidak ada di dunia ini…
Jason mulai merasa nyawanya terancam. Pencarian akan batu nisan yang tertera di foto menjadi obsesinya : Batu nisan yang mungkin saja adalah penanda makamnya sendiri. Ia pun menemukan bahwa hidup tak seperti yang selalu ia yakini selama ini.
Kemudian, foto ketiga datang dengan pesan : 18 Agustus, hari kematianmu

Cerita ini bergenre misteri. Informasi juga buat kalian kalau penulisnya Jack Lance memiliki sebutan sebagai “Stephen King versi Belanda” seperti yang kalian tahu kalau Stephen King ini adalah salah satu penulis mystery, horror dan thriller terkenal.
Menurutku tentang buku ini ceritanya mulai menarik ketika ditengah-tengah, mungkin di awalnya agak sedikit ngebosenin jadi pengen beresin nih cerita dan ada juga beberapa keganjalan serta beberapa scene yang bagi aku terlalu dibuat dramatis. Sebelumnya aku bilang kalau ceritanya mulai menarik ketika ditengah-tengah karena mungkin disitu mulai terasa konfliknya dan ada plot-twist yang menurut aku boleh juga tuh tapi ada juga plot-twist yang cukup mainstream. Bukan berarti cerita ini tidak seru untuk dibaca ya. Aku saranin juga coba deh untuk baca buku ini karena kelebihannya juga adalah gaya bahasa yang ga terlalu rumit sehingga mudah dipahami dan bagi kalian yang kurang suka dengan horror, tenang aja seperti yang aku bilang diawal buku ini genrenya misteri jadi tidak begitu menakutkan dan lagi dibuku ini juga menggambarkan seseorang yang mempunyai phobia. Aku suka aja sih jadi seakan-akan kita melihat dari sudut pandang si pemilik phobia tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

[review] Di Tanah Lada - Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Buku novel Di Tanah Lada ini merupakan novel kedua dari penulis, yaitu Ziggy setelah baca Tiga dalam Kayu dan novel ini menceritakan tentang dua anak kecil yang diliputi skeptis dan pertanyaan-pertanyaan yang wajar sekali jika mereka mempertanyakan hal itu, tetapi mereka tidak hanya bertanya, kebanyakan mereka menyimpulkan berdasarkan apa yang mereka lihat dan rasakan. Mulai dari perspektif dimana mereka mendoktrin bahwa semua ayah itu jahat dan masih banyak lagi, walaupun ada beberapa point yang pengen banget dibahas lebih jauh lagi tapi aku puas dengan endingnya, bahkan terdapat lebih dari satu ending. Berikut sedikit penjelasan novelnya, "Salva, sering disapa Ava. Namun, Papanya ingin menamainya Saliva, yang berarti ludah, sebab menganggapmya tidak berguna. Dari kamus pemberian Kakek Kia, Ava mencari setiap maksa dari kata-kata yang ditemukan sehari-hari. Ketika keluarga Ava pindah ke Rusun nero setelah Kakek Kia meninggal, Ava berjumpa dengan P-anak lelaki yang pandai sekali b...

[review] Bone by Mijin Jung

  Ini dia sinopsisnya, “Bawa 500 juta won, atau gadis ini mati.” Dua tahun sudah Hajin menghilang tanpa kabar, meninggalkan luka yang nyaris tak bisa disembuhkan dalam diri Junwon. Akan tetapi, saat Junwon mulai melupakan Hajin dan melanjutkan hidupnya, dia menerima sebuah paket dengan surat ancaman. Batas waktunya mendesak, Junwon harus menemukan Hajin. Jika tidak, sudah bisa dipastikan dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan gadis itu lagi. Junwon pun memulai pencariannya, tenggelam dalam kenangan-kenangan bersama Hajin… Sebuah fiksi fotografi. Foto oleh Sunhye Oh.   Aku tertarik dari buku ini karena mereka menyajikan jepretan-jepretan karya Sunhye Oh dan hasil jepretannya aku suka tipikal gloomy dan dark gimana gitu kesannya. Kemudian, judulnya. Setelah baca buku ini, kalian akan tahu kenapa buku ini bisa diberi judul “Bone” Overall, dari segi ceritanya termasuk biasa aja, alurnya maju mundur dan mungkin jadinya lebih ke misteri-romance. Barangkali genrenya (?) Bukan peny...

[review] MATINYA KEPAKARAN - TOM NICHOLS

Pertama-tama, kenapa aku bisa memilih buku ini untuk dibaca. Banyaknya list buku yang ingin aku beli kalah dengan ego, yang malah cari referensi lagi buku untuk dibeli dan ketemulah satu video youtube, yaitu official youtubenya Pak Anies yang mereview buku ini. Dalam video tersebut Pak Anies menjelaskan kaitannya "pakar" dan suatu negara. Penasaran dong. Yes, sebagai seseorang yang bekerja dengan topik terkait dalam suatu kepakaran tentu saja mendorong niatku untuk membeli buku ini. Sebelumnya mohon maaf list bukuku yang lain..  Berikut sinopsis dari buku tersebut,  Seberapa pentingkah vaksinasi? Benarkan Bumi itu datar? Apakah telur baik untuk dikonsumsi? Pada era informasi seperti sekarang, yang menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu bukan hanya pakar, melainkan juga para penganut teori konspirasi, orang awam sok tahu, hingga pesohor yyang menyesatkan. Kadang, dalam rimba infomasi masa kini, penjelasan pakar tidak didengar, sementara jawaban dari tokoh yang mempunyai ba...