Skip to main content

[REVIEW] Novel "Warcross" Karya Marie Lu



Hi semuanya, Assalamu’alaikum…

Okay, kali ini aku mau coba untuk review sebuah novel yang judulnya “Warcross” karya Marie Lu.
Ini dia sinopsi singkatnya,

Warcross adalah game yang tiba-tiba mengobsesi jutaan bahkan miliaan orang di dunia sejak sepuluh tahun lalu. Tak hanya sebagai katarsis untuk melupakan realita, bagi orang-prang tertentu Warcross adalah pengeruk keuntungan besar-besaran.
Emika Chen meretas The International Warcross Championships dan aksinya itu membuat game mengalami malfungsi. Bukannya dipenjara, Emika malah ditawari menjadi mata-mata oleh Hideo Tanaka, sang pencipta Warcross. Tanaka ingin Emika menjadi bounty hunter, melacak emain Warcross yang bertaruh secara illegal. Tak disangka, penyelidikannya menguak sebuah plot jahat yang bisa menghancurkan tak hanya Warcross, tapi juga tatanan dunia.

Buku ini bagi kalian pencinta novel atau cerita-cerita dengan background game, aku rekomendasiin deh, cerita yang bagus dan tentunya novel ini bersambung ke buku keduanya.
Novel berlatar game ini juga diselimuti oleh scene action yang ga kalah seru. Karena novel yang aku baca ini translate-an dari bahasa inggris jadi jangan aneh kalau terkadang kesannya bahasanya baku atau bagaimana, tapi tetap mudah dimengerti kok, ga semua buku yang di translate ke bahasa Indonesia jadi aneh kok. Novel ini juga dibumbui sedikit romansa antara karakter utama dan seseorang. Ciyeee. Tenang aja kok bagi kalian yang tidak terlalu suka cerita atau unsur yang terlalu romantic sama kaya aku, dalam novel ini tidak begitu kuat unsur romansanya atau dari awal sudah ada unsur romansanya. Okay spoiler sedikit, kisah percintaan si karakter utama dengan si doi mulai muncul mendekati akhir-akhir kok. Kalau ditanya karakter favorit, aku belum nemuin sih, soalnya menurut aku kesan karakter-karakternya belum  kuat jadi aku belum nemuin karakter favorit dan karakter utamanya juga belum terlihat mempunyai kesan yang kuat, menurut aku sihhh.. Mungkin dibuku kedua akan lebih seru dan aku dapat menemukan karakter favorit. Who knows? Ya gak.. Sayangnya aku belum baca buku keduanya. Setelah baca buku keduanya, nanti deh aku review lagi. Walaupun review-nya agak absurd gitu ini juga, semoga bermanfaat, btw siapa juga yang mau baca tapi yasudahlah ya aku pengen aja nulis review singkat. Oh iya, satu lagi yang disayangkan dari novel ini itu alurnya mudah ketebak, ga tau kenapa waktu baca novelnya aku bisa nebak akhirnya bagaimana, jadi novel ini belum membekas kas kas banget gitu.. Soalnya aku suka banget kalau baca novel ataupun nonton film, ketika nebak akhirnya atau scene selanjutnya ternyata salah alias ga bisa aku tebak. Tapi jangan salah, novel ini ceritanya seru kok. Buruan gih baca! Hehehe

Mungkin segitu dulu review novelnya, kedepannya aku bakal nulis review lagi novel-novel yang sudah aku baca, baru punya keinginan review novel tuh sekarang-sekarang padahal lumayan banyak novel yang udah aku baca. Maaf kalau reviewnya SANGAT singkat sekali dan kata-katanya ga enak dibaca. Maklum baru belajar.

Terimakasihh…

Comments

Popular posts from this blog

[review] Di Tanah Lada - Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Buku novel Di Tanah Lada ini merupakan novel kedua dari penulis, yaitu Ziggy setelah baca Tiga dalam Kayu dan novel ini menceritakan tentang dua anak kecil yang diliputi skeptis dan pertanyaan-pertanyaan yang wajar sekali jika mereka mempertanyakan hal itu, tetapi mereka tidak hanya bertanya, kebanyakan mereka menyimpulkan berdasarkan apa yang mereka lihat dan rasakan. Mulai dari perspektif dimana mereka mendoktrin bahwa semua ayah itu jahat dan masih banyak lagi, walaupun ada beberapa point yang pengen banget dibahas lebih jauh lagi tapi aku puas dengan endingnya, bahkan terdapat lebih dari satu ending. Berikut sedikit penjelasan novelnya, "Salva, sering disapa Ava. Namun, Papanya ingin menamainya Saliva, yang berarti ludah, sebab menganggapmya tidak berguna. Dari kamus pemberian Kakek Kia, Ava mencari setiap maksa dari kata-kata yang ditemukan sehari-hari. Ketika keluarga Ava pindah ke Rusun nero setelah Kakek Kia meninggal, Ava berjumpa dengan P-anak lelaki yang pandai sekali b...

[review] Bone by Mijin Jung

  Ini dia sinopsisnya, “Bawa 500 juta won, atau gadis ini mati.” Dua tahun sudah Hajin menghilang tanpa kabar, meninggalkan luka yang nyaris tak bisa disembuhkan dalam diri Junwon. Akan tetapi, saat Junwon mulai melupakan Hajin dan melanjutkan hidupnya, dia menerima sebuah paket dengan surat ancaman. Batas waktunya mendesak, Junwon harus menemukan Hajin. Jika tidak, sudah bisa dipastikan dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan gadis itu lagi. Junwon pun memulai pencariannya, tenggelam dalam kenangan-kenangan bersama Hajin… Sebuah fiksi fotografi. Foto oleh Sunhye Oh.   Aku tertarik dari buku ini karena mereka menyajikan jepretan-jepretan karya Sunhye Oh dan hasil jepretannya aku suka tipikal gloomy dan dark gimana gitu kesannya. Kemudian, judulnya. Setelah baca buku ini, kalian akan tahu kenapa buku ini bisa diberi judul “Bone” Overall, dari segi ceritanya termasuk biasa aja, alurnya maju mundur dan mungkin jadinya lebih ke misteri-romance. Barangkali genrenya (?) Bukan peny...

[review] MATINYA KEPAKARAN - TOM NICHOLS

Pertama-tama, kenapa aku bisa memilih buku ini untuk dibaca. Banyaknya list buku yang ingin aku beli kalah dengan ego, yang malah cari referensi lagi buku untuk dibeli dan ketemulah satu video youtube, yaitu official youtubenya Pak Anies yang mereview buku ini. Dalam video tersebut Pak Anies menjelaskan kaitannya "pakar" dan suatu negara. Penasaran dong. Yes, sebagai seseorang yang bekerja dengan topik terkait dalam suatu kepakaran tentu saja mendorong niatku untuk membeli buku ini. Sebelumnya mohon maaf list bukuku yang lain..  Berikut sinopsis dari buku tersebut,  Seberapa pentingkah vaksinasi? Benarkan Bumi itu datar? Apakah telur baik untuk dikonsumsi? Pada era informasi seperti sekarang, yang menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu bukan hanya pakar, melainkan juga para penganut teori konspirasi, orang awam sok tahu, hingga pesohor yyang menyesatkan. Kadang, dalam rimba infomasi masa kini, penjelasan pakar tidak didengar, sementara jawaban dari tokoh yang mempunyai ba...